Webmail |  Berita |  Agenda |  Pengumuman |  Artikel |  Video

Miliki Hikmat Ilahi Agar Mahkota Kehidupan Dapat Diraih

05 Agustus 2019
10:07:47 WIB
  

NARASI : MILIKI HIKMAT ILAHI AGAR MAHKOTA KEHIDUPAN DAPAT DIRAIH

REFELEKSI DARI 1 RAJA-RAJA 3:1-15

Oleh: Dr. Marojahan Hutabarat, MPd.K

Narasi ini berbicara bagaimana Allah menawarkan kepada raja Salomo apa yang dia minta dan Raja Salomo meminta hikmat kebijaksanaan kepada Allah. Istilah hikmat atau khotma memiliki makna sesuatu yang besar dan agung berasal dari sang Ilahi yang bertahta di sorga di mana dapat dimiliki oleh setiap orang percaya di dalam hatinya. Maka dari sini kita dapat melihat bahwa interaksi dan komunikasi dari Allah kepada umat berjalan secara wajar. Biarpun konteks dalam teks ini Allah menyapa Salomo melalui mimpi. Kisah ini juga memperlihatkan bahwa kasih Allah berjalan dan terjadi bukan karena kebetulan, tetapi Allah melihat bahwa Daut sebagai Bapanya Salomo sudah mengajarkan arti hidup berjalan berdasarkan kesetiaan melakukan segala bentuk torat Tuhan. Disini Allah juga melihat dedikasi kehidupan Raja Daut di turunkan melalui pengajaran dan penalaran hidup secara nyata. Itu sebabnya Salomo sadar jalan satu-satunya untuk dapat mendemonstrasikan cara hidup yang berkenan kepada kehendak Allah haruslah memiliki hokma yang berasal dari Allah.

Fakta ini dibuktikan oleh sejarah kehidupan orang-orang israel pada mulanya mereka begiti menjaga kekudusan hidup dan kesetiaan torat Tuhan dengan tidak melakukan penyembahan berhala. Dan ini dibuktikan dengan datangnya seorang Ratu dari timur bernama Seba yang ingin melihat kebesaran dan kemakmuran serta hikmat dari pemerintahan Raja Salomo secara langsung. Memang sesudah makin lama berjalan pemerintahan Salomo dan Alkitab laporkan karena begitu banyaknya dia memiliki istri-istri (lebih dari  900) lambat laung ia di pengaruhi istri-istrinya terlibat dengan penyembahan berhala dibuktikan Raja Salomo mengijinkan pendirian kuil-kuil dewa-dewi pada istrinya di dirikan di seluruh Israel. Dan dari sini lah kehidupan umat Israel terpengaruh untuk melakukan penyembahan berhala. Penyimpangan ini akhirnya membawa pikiran, perkataan dan perbuatan umat hidup di luar kehendak Allah yang mana membawa kepada dusta, keraguan,  kenajisan, mendua hati, dan tidak tahan atas bentuk-bentuk godaan hawa nafsu serta kenikmatan duniawi (bnd yakobus 1:2-12).

Inilah yang dapat kita petik bersama dari narasi kesuksesan sekaligus kegagal salomo dalam mengelola kehidupannya yang berdampak pada seluruh ruang lingkup kehidupan orang Israel. Banyak dalam kisah-kisah kesaksian orang begitu tangguh, kuat dan setia pada awal permulaan hidupnya, tetapi waktu dia mau mengakhiri hidupnya dia gagal dalam mengikuti kristus. Akhir kata saya mengutip kesaksian hidup seorang Bapa Gereja bernama Polikarpus pada waktu ia di tangkap dan dihadapkan kedepan Gubernur supaya dia mau menghujat dan menyangkal nama Kristus. Lalu Polikarpus menjawab selama 86 tahun aku hidup Kristus Tuhanku tidak pernah menghianati dan meninggalkan diriku.

Bagaimana mungkin aku harus menghianati dan meninggalkan Yesus Kristus Tuhanku? dan sejarah Gereja mencatat Polikarpus dikenang sebagai Bapa Gereja yang siap menjadi martir bentuk imannya. Tuhan Yesus Kristua memberkati dan menjaga  serta memelihara hidupmu dan hidupku mulai dari awal sampai kita mengakhirinya sampai meraih kepada kehidupan yang kekeal. AMIN

File Terbaru

Facebook Fanpage

TAUTAN EKSTERNAL